Senin, 16 Juli 2012

Istilah-istilah dalam jarhu wa ta’dil



Al jarhu wa ta’dil : 
Pernyataan adanya cela dan cacat, dan per-nyataan adanya "al-Adalah" dan "hafalan yang bagus" pada seorang rawi hadits.

At Ta’dil : 
Pernyataan adanya "al-Adalah" pada diri se-orang rawi hadits.

Al Jarhu :
Celaan yang dialamatkan pada rawi hadits yang dapat mengganggu (atau bahkan meng-hilangkan) bobot predikat "al-Adalah" dan "hafalan yang bagus", dari dirinya.

Tsiqah : 
Kredibel, di mana pada diri seorang rawi ter-kumpul sifat al-Adalah dan adh-Dhabt (hafalan yang bagus).

Rawi La Ba`sa Bihi : 
Rawi yang masuk dalam kategori tsiqah.

Jayyid : 
Baik

Layyin :
Lemah.

Majhul : 
Rawi yang tidak diriwayatkan darinya kecua-li oleh seorang saja.

Mubham : 
Rawi yang tidak diketahui nama (identitas)nya.

Mudallis : 
Rawi yangi melakukan tadlis.

Rawi Mastur : 
Sama dengan Majhul al-Hal (Rawi yang tidak diketahui jati dirinya).

Perawi Matruk : 
Perawi yang dituduh berdusta, atau perawi yang banyak melakukan kekeliruan, sehingga periwayatanya bertentangan dengan periwayatan perawi yang tsiqah. Atau perawi yang sering meriwayatkan hadits-hadits yang tidak dikenal (gharib) dari perawi yang terkenal tsiqah.

Rawi Mudhtharib : 
Rawi yang menyampaikan riwayat secara tidak akurat, di mana riwayat yang disam-paikannya kepada rawi-rawi di bawahnya berbeda antara yang satu dengan lainnya, yang menyebabkan tidak dapat ditarjih; riwayat siapa yang mahfuzh (terjaga).

Rawi Mukhtalith : 
Rawi yang akalnya terganggu, yang menye-babkan hafalannya menjadi campur aduk dan ucapannya menjadi tidak teratur.

Rawi yang tidak dijadikan sebagai hujjah : 
Rawi yang haditsnya diriwayatkan dan ditulis tapi haditsnya tersebut tidak bisa dijadikan sebagai dalil dan hujjah.

Saqith : 
Tidak berharga karena terlalu lemah (parahnya illat yang ada di dalamnya).

Tadh'if :
Pernyataan bahwa hadits atau rawi bersang-kutan dha'if (lemah).

Tahqiq : 
Penelitian ilmiah secara seksama tentang suatu hadits, sehingga mencapai kebenaran yang paling tepat.

Tahsin : 
Pernyataan bahwa hadits bersangkutan ada-lah hasan.

Ta'liq :
Komentar, atau penjelasan terhadap suatu poto-ngan kalimat, atau derajat hadits dan sebagai-nya yang biasanya berbentuk cacatan kaki.

Takhrij : 
Mengeluarkan suatu hadits dari sumber-sum-bernya, berikut memberikan hukum atasnya; shahih atau dhaif.

Syahid : 
Hadits yang para rawinya ikut serta meriwa-yatkannya bersama para rawi suatu hadits, dari segi lafazh dan makna, atau makna saja; dari sahabat yang berbeda.

Syawahid : 
Hadits-hadits pendukung, jamak dari kata syahid.

Haditsnya layak dalam kapasitas syawahid, artinya, dapat diterima apabila ada hadits lain yang memperkuatnya, atau sebagai yang me-nguatkan hadits lain yang sederajat dengannya.
Mutaba'ah : Hadits yang para rawinya ikut serta meriwa-yatkannya bersama para rawi suatu hadits gharib, dari segi lafazh dan makna, atau makna saja; dari seorang sahabat yang sama.

Referensi Daftar Istilah:
1. Taisir Mushthalah al-Hadits, Dr. Mahmud ath-Thahhan.
2. Manhaj an-Naqd Fi Ulum al-Hadits, Dr. Nuruddin Ithir.
3. Shahih targhib 2.

0 komentar:

Posting Komentar